Semarak Bazar Harlah ke-19 Alfatimah

Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat dan karunia-Nya. Pada momen yang penuh keberkahan ini, kita dipertemukan dalam suasana bahagia untuk membuka Bazar Harlah ke-19 Pondok Pesantren Modern Alfatimah.

Sembilan belas tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Ia adalah kisah tentang perjuangan, keikhlasan, dan doa yang terus mengalir. Dari langkah-langkah kecil yang penuh keterbatasan, Alfatimah tumbuh menjadi rumah pendidikan yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menanamkan adab, karakter, dan nilai keislaman dalam setiap denyut kegiatannya.

Bazar ini hadir bukan sekadar ajang jual beli. Ia adalah ruang kebersamaan, wadah kreativitas, dan bukti bahwa pendidikan juga mengajarkan kemandirian, kerja sama, serta jiwa wirausaha kepada para santri. Di balik setiap stan, ada semangat belajar, usaha, dan harapan yang dirajut dengan penuh keikhlasan.

Melalui bazar ini, kita berharap terjalin silaturahmi yang semakin erat antara pesantren, santri, wali santri, dan masyarakat. Semoga setiap langkah, setiap transaksi, dan setiap senyum yang tercipta menjadi bagian dari amal kebaikan dan membawa keberkahan bagi kita semua.

Menelusuri Jejak Masa Lalu, Menyapa Masa Depan

Outing class kali ini terasa berbeda. Bukan di ruang kelas dengan papan tulis dan bangku, tetapi di sebuah tempat yang menyimpan banyak cerita: Museum Rajekwesi Bojonegoro. Bersama MTs Plus Alfatimah, langkah-langkah sederhana para siswa berubah menjadi perjalanan kecil menelusuri jejak sejarah.

Dengan wajah penasaran dan tawa yang sesekali pecah, para siswa menyusuri setiap sudut museum. Mereka melihat benda-benda lama yang selama ini hanya dikenal lewat buku pelajaran. Ternyata sejarah tidak seserius yang dibayangkan—ia hidup, dekat, dan penuh kisah. Dari setiap koleksi, ada cerita tentang perjuangan, budaya, dan nilai kehidupan yang pelan-pelan meresap ke dalam hati.

Di Museum Rajekwesi, belajar terasa lebih santai. Tidak ada tekanan hafalan, yang ada hanya rasa ingin tahu dan kekaguman. Para siswa belajar bahwa masa lalu bukan untuk dikenang semata, tapi untuk dipahami dan dijadikan pelajaran. Bahwa identitas dan jati diri dibangun dari perjalanan panjang yang patut dihargai.

Outing class ini menjadi momen sederhana namun bermakna. Sebuah pengingat bahwa belajar bisa dilakukan di mana saja, selama hati terbuka dan pikiran mau menerima. Dari museum ini, MTs Plus Alfatimah pulang membawa cerita, pengalaman, dan rasa bangga akan sejarah yang pernah ada—serta tanggung jawab untuk menjaga dan melanjutkannya.

Menyapa Dunia Jurnalistik Bersama Radar Bojonegoro

Pada tanggal 14 November 2025, langkah-langkah kecil penuh semangat dari keluarga besar MTs Plus Alfatimah mengawali sebuah perjalanan bermakna dalam kegiatan outing class ke Kantor Radar Bojonegoro. Kunjungan ini bukan sekadar wisata edukatif, melainkan jendela pembuka mimpi bagi para siswa untuk mengenal dunia literasi, jurnalistik, dan kekuatan sebuah tulisan.

Di balik gedung sederhana yang setiap harinya melahirkan berita-berita penuh makna, para siswa disambut dengan hangat oleh tim Radar Bojonegoro. Mata mereka berbinar saat menyaksikan langsung proses panjang sebuah berita—dari ide, wawancara, penulisan, hingga akhirnya tersaji di tangan pembaca. Di sana, mereka belajar bahwa kata-kata bukan hanya rangkaian huruf, tetapi amanah yang mampu membangun kesadaran, menggerakkan hati, dan mengubah cara pandang.

Suasana haru terasa ketika para siswa menyadari bahwa pena dan kertas dapat menjadi jalan dakwah, pendidikan, dan pengabdian. Setiap penjelasan yang disampaikan membuka ruang refleksi: bahwa keberanian bertanya, kejujuran dalam menulis, dan tanggung jawab dalam menyampaikan kebenaran adalah nilai-nilai kehidupan yang harus dijaga.

Kunjungan ini meninggalkan jejak mendalam—bukan hanya dalam ingatan, tetapi juga dalam hati. Ia menanamkan mimpi, menumbuhkan kepercayaan diri, dan menyalakan harapan bahwa suatu hari nanti, dari bangku MTs Plus Alfatimah, akan lahir penulis, jurnalis, dan insan-insan yang membawa cahaya melalui kata-kata.